Permintaan Maaf Yang Sangat
Permintaan Maaf Yang Sangat
Tidak terasa beribu-ribu jam aku lalui tanpa tersadar kesalahan yang terdahulu telah mengerak di dalam dada. Beberapa saat sering aku teringat dengan memory yang sangat pahit dan sangat aku sesalkan. Kenapa rasa bersalah dan menyesal itu menghantui aku ? pertanyaan yang aku coba mencari jawaban disetiap kehidupan ini. Tak sadar kelam menuju terang tidak akan tergapai jika ini terus berlanjut. Sosok seseorang yang pernah aku sakiti menghantui setiap do’a dan tidurku. Kenangan manis bersama sangat aku simpan dan aku tanam. Walaupun hati ini sulit untuk mengatakan, aku akan mencoba hadir dihadapannya untuk mengatakan maaf. Tapi dimanakah dia sekarang ? dia menghilang begitu saja tanpa aku ketahui keberadaannya. Apakah nanti aku akan bertemu dengannya ? Apakah aku bisa mengatakannya langsung tanpa ada perantara ? Kabarnya dia sudah khitbah itu yang menjadi penghalangku untuk bertemu, atau malahan udah ijab?. Waduh kapan lagi aku akan meminta maaf padanya…
Mental yang ciut menjadikanku seseorang yang pengecut. Tapi rasa ingin lepas dari rasa bersalah ini juga sangat begitu besar. Memasuki Ramadhan ini aku akan bertekad dan akan mengembalikan keberanianku untuk meminta maaf dan mengakui kesaslahan aku. Amin…..
.












