Sahabat
Sahabat Apakah arti semua ini, sesekali keinginan untuk ‘mengingat’ terbentur oleh ucapan yang terlanjur keluar untuk merusak sesuatu yang sangat lemah. Semua yang terkontrol dan semua yang terawasi sekarang sudah lepas, apa yang dibangun dijiwa kulihat mulai terlebur oleh diri. Apa yang menurut aku benar mungkin tidak menurut engkau. Lidah ini memang sangat tajam tapi bukan tajam untuk menghujam atau menusuk sesuatu agar hancur dan mati, tetapi untuk membangun untuk mengokohkan dan untuk menguatkan semua yang rapuh. Sekarang aku adalah perusak bagimu, perusak dari apa yang telah kamu bangun. Mungkin aku yang benar2 harus mengontrol semua yang menurut aku benar karena kebenaran itu mungkin buruk menurut kamu dan orang lain.
Sesaat yang lalu aku terdiam dalam kehampaan renungku, memang aku tidak pantas untuk memberikan sesuatu kebaikan untuk seseorang, karena keburukan-keburukanku lah yang lebih banyak aku berikan daripada kebaikanku. Ini sungguh besar hikmahnya bagiku. Untuk itu dalam kesempatan ini aku akan berterima kasih kepadamu wahai sahabatku, sekaligus untuk meminta maaf atas apa yang aku perbuat untuk mu. Dengarlah suara hatiku ini wahai sahabatku...












